JURNAL ARSITEKTUR – The Potentials of Tourism Product in the Development of Tangkiling Tourism Village in Bukit Batu Sub-District, Central Kalimantan as an Effort to Support Environment Conservation

Yesser Priono 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Tangkiling village has been a rural area with natural, historical, cultural potentials, and local architecture to be developed as saleable tourism products for tourists. It also serves as a river adventure tourism gate, and presently it quite highly attracts tourists’ interests in terms of Rungan-Kahayan river adventure tourism. The less-optimally exploited potentials of Tangkiling village and lower community’s awareness in rural development and environment conservation of Tangkiling tourism village surrounding have been the main problems of Tangkiling tourism village, Bukit Batu sub-district, Central Kalimantan. This research, mainly, had 3 (three) objectives, namely, to identify (1) the potentials, condition and market of tourism products of Tangkiling tourism village, (2) to what extent the tourism product potentials of Tangkiling village had opportunity to be developed as tourism village, (3) which aspects of product development could serve as important instruments in supporting environment conservation efforts. Results analysis showed that (1) the potentials of attractions in Tangkiling village was sufficiently attractive as indicated from relatively higher tourist’s assessment on river adventure attraction; however, the quality of amenities such as accommodation, information center, and souvenirs were considered as less sufficient; while the quality of accessibility in Tangkiling village was  sufficient; the market in Tangkiling tourism village was categorized as natural in characteristics and it was for group tourism package; (2) the tourism product potentials of Tangkiling village had high opportunity to be developed as tourism village; (3) the aspects of product development capable to be important instruments in supporting environment preservation efforts involved those with environment education orientation and those with environmental friendly material usage.

Keywords: product, market, tourism village, and environment preservation

[Download Fulltext PDF File]


JURNAL ARSITEKTUR – Pemanfaatan Lahan Kosong Dalam Kota Menjadi Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus: Taman Terantang Sukamara)

Hibnu Mardhani 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Tujuan Pemanfaatan Lahan kosong dalam kota atau penataan kembali adalah meningkatkan dan memanfaatkan kawasan yang tidak optimal atau pada area dalam kota yang strategis ke arah yang lebih baik dan tertata rapi. Dengan sasaran seluruh aspek yang terkait dan berpengaruh terhadap kawasan lingkungan terutama kawasan perkotaan khususnya pada lahan kosong yang strategis sebagai wajah atau koridor kota Sukamara akan menjadi dasar untuk menyusun penanganan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup di kawasan tersebut.

Kata Kunci: Pemanfaatan Lahan Kosong, Ruang Terbuka Hijau, Taman Terantang Sukamara

[Download Fulltext PDF File]


JURNAL ARSITEKTUR – Morfologi Bentuk Tampak (Studi Kasus Huma Gantung Buntoi)

Syahrozi 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Huma Gantung merupakan salah satu tipe rumah tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Keberadaannya sudah sangat jarang ditemukan seperti kerabat tuanya, Betang. Banyak diantara bangunan-bangunan tua ini hancur karena kondisi alam (rusak), ditinggalkan penghuni, terbakar ataupun sebab lain. Sebagai peninggalan lama yang mengandung tata nilai maupun makna sejarah, sangat disayangkan apabila bangunan terlanjur hancur namun tidak sempat terekam dengan baik. Barangkali yang tersisa hanyalah cerita legenda atupun mitos dari orang-orang tua yang terkadang sangat sulit dicari pembuktiannya. Huma Gantung Buntoi di Kabupaten Pulang Pisau adalah salah satu kasus bangunan tua yang dibangun pada tahun 1870 yang lalu. Bangunan ini masih bertahan sampai sekarang meskipun sudah terjadi banyak perubahan baik denah tata ruang  maupun bentuk tampak. Mengingat bangunan ini masih ada dan berfungsi serta satu-satunya yang masih ada di wilayah Kabupaten Pulang pisau dan sekitarnya maka sekiranya menjadi hal menarik apabila ditelusuri perubahan-perubahan yang terjadi minimal pada bentuk tampak bangunannya.

Kata Kunci: Morfologi, bentuk, tampak, Huma Gantung, Buntoi

[Download Fulltext PDF File]