JURNAL ARSITEKTUR – Pemilihan Model Desain Rumah Murah Yang Berkonsep Eco dan Sehat (Studi Kasus Kawasan Tepian Sungai Kota Palangka Raya)

Tari Budayanti Usop 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

 Abstraksi:

Kawasan tepian sungai kota Palangka Raya memiliki potensi dan permasalahan yang menarik untuk diteliti. Terutama tentang perkampungan kumuhnya, berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada maka perlunya suatu pemikiran untuk memperbaiki kawasan perkampungan tersebut dalam suatu alternatif pemilihan model desain hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Rumah merupakan suatu kebutuhan utama bagi setiap manusia, masalah tempat tinggal merupakan masalah yang mempunyai pengaruh di dalam kehidupan manusia sehari-hari. Apalagi dengan bertambahnya populasi manusia, dan semakin meningkatnya harga lahan/tanah maka muncul masalah kesehatan pada rumah dan lingkungannya. Pengertian rumah sehat adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani secara layak sebagai suatu tempat tinggal atau perlindungan dari pengaruh alam luar. Kebutuhan jasmani misalnya terpenuhi kebutuhan jasmani seperti membaca, menulis, istirahat dan lain-lain. Kebutuhan rohani misalnya, perlindungan terhadap penyakit, cuaca, angin, dan sebagainnya. Rumah Murah yang berkonsep Eco dan Sehat merupakan salah satu alternatif pendekatan sosial terhadap masyarakat berpendapat rendah sebagai tuntutan dasarnya dalam penyediaan rumah murah. Seperti yang diketahui kawasan tepian sungai Kahayan, kondisi rumahnya mengalami penurunan kualitas, lingkungannya tidak sehat. Disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang selalu tergenang air maka perlunya perhatian desain yang sehat, ekologis. Patokan rumah yang sehat dan ekologis serta terkesan bersahabat adalah: terdapat kawasan penghijau, menggunakan bahan-bahan yang alamiah, menggunakan ventilasi alam untuk menyejukkan udara dalam bangunan, menghindari kelembaban tanah naik ke dalam konstruksi bangunan dan memajukan sistem bangunan kering.

Kata kunci :Rumah Murah, Konsep Eco dan Sehat, Kawasan Tepian Sungai Kahayan

[Download Fulltext PDF File]

JURNAL ARSITEKTUR – Kajian Citra Jalan Yos Sudarso Palangkaraya

Elis Sri Rahayu 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Ruang publik yang menarik akan selalu dikunjungi oleh masyarakat luas dengan berbagai tingkat kehidupan sosial-ekonomi-etnik, tingkat pendidikan, perbedaan umur dan motivasi atau tingkat kepentingan yang berlainan. Sedangkan Ruang Terbuka merupakan ruang yang direncanakan karena kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama di ruang terbuka. Jalan/koridor (Path) adalah salah satu ruang terbuka berupa jaringan dimana manusia akan bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Pembentuk karakter path antara lain: Aktivitas khusus sepanjang jalan, misalnya perdagangan, perkantoran, dan lain-lain maupun karakteristik fasad bangunan, misalnya fasad bangunan kuno, fasad bangunan kaca, dll (Lynch, 1960). Adanya aktivitas disebuah koridor/jalan, tentunya akan menghidupkan tersebut baik aktivitas di siang hari maupun aktivitas di malam hari. Ruang publik yang spesifik dapat dijumpai pada koridor penggal jalan Yos Sudarso dimana Jalan Yos Sudarso merupakan sebuah jalan yang menarik, dengan penataan dan berbagai aktivitas yang terjadi didalamnya.

Kata Kunci: Citra dan Karakteristik Jalan, Yos Sudarso Palangkaraya

[Download Fulltext PDF File]

JURNAL ARSITEKTUR – Kenyamanan Termal Pada Bangunan Bentang Lebar (Studi Kasus Aula Palangka, Universitas Palangka Raya)

Syahrozi 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Aula Palangka merupakan satu-satunya gedung serbaguna berbentang lebar yang berada di kompleks Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan kampus yang melibatkan banyak orang seperti acara wisuda, penerimaan mahasiswa baru, seminar-seminar ataupun pertunjukan seni, sering digelar di tempat ini. Keberadaan Aula Palangka menjadi sangat vital dan relatif cukup sibuk dari waktu ke waktu mengingat tidak ada fasilitas lain serupa yang ada di Universitas Palangka Raya. Mengingat fungsinya yang penting ini bangunan telah beberapa kali dilakukan perbaikan baik pada tata ruang, bentuk tampak dan utilitas bangunan, salah satunya pengkondisian udara (AC). Hal ini dilakukan dalam upaya untuk lebih memberikan kenyamanan dan pelayanan baik bagi seluruh sivitas akademika yang menggunakan gedung ini. Kemegahan bangunan sangat terasa dengan ukuran yang besar, luas dan representatif. Kekokohan bangunan ditunjukkan dengan penebalan kolom teras yang luar biasa dan cukup menarik. Beberapa ornamen ukir menambah keindahan bangunan kebanggaan Universitas Palangka Raya ini. Namun demikian kemegahan, kemewahan dan kekokohan struktur bangunan ternyata tidak menjamin pada tingkat kenyamanan didalamnya. Meskipun telah dilengkapi dengan peralatan pengkondisian udara (AC) dengan kapasitas besar dan mahal, kegerahan tetap dirasakan didalamnya. Dalam beberapa kasus seperti kegiatan rapat senat terbuka penerimaan mahasiswa baru, beberapa orang mahasiswa sampai jatuh pingsan akibat beberapa hal, salah satunya kepanasan atau kegerahan. Kondisi ini cukuplah memprihatinkan mengingat Aula Palangka satu-satunya gedung berbentang lebar dengan kapasitas besar yang ada di Universitas Palangka Raya. Sudah semestinya disamping kemegahan yang membanggakan, faktor kenyamanan termal juga tidak boleh dikesampingkan. Pemasangan AC pada ruang bentang lebar memang tidak mudah, persoalan yang dihadapi adalah jarak dan waktu tempuh yang besar dan lama dari suplai udara dingin AC ke ruang yang membutuhkan. Jarak dan waktu yang lama memungkinkan terjadinya kondensasi udara dingin dengan udara panas, benda atau obyek lain yang dapat menaikkan suhu. Tidak menutup kemungkinan suhu udara yang sampai pada tempat tujuan, tidak sedingin seperti yang direncanakan (panas).

Kata kunci: Kenyamanan, termal, bangunan, bentang, lebar

[Download Fulltext PDF File]

JURNAL ARSITEKTUR – Peran Ekowisata Dalam Konsep Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Pada Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah

Doddy Soedigdo 1)
Yesser Priono 2)

1) 2) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Penelitian ini dilakukan terhadap (1) Aspek produk ekowisata Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling; (2) Pasar/wisatawan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling; dan (3) Masyarakat di sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakter produk dan pasar ekowisata yang berbasis masyarakat yang dapat digunakan untuk mengembangkan community based ecotourism di Kecamatan Bukit Batu dan mengetahui sejauh mana ekowisata berpengaruh dalam pemberdayaan masyarakat Kecamatan Bukit Batu. Temuan–temuan yang dihasilkan yaitu: (1) Masyarakat  belum  terlibat  secara  maksimal dalam penyediaan jasa layanan bagi wisatawan seperti pengelolaan jasa akomodasi, transportasi, dan penjualan produk lokal; (2) Tingkat komitmen dan kepedulian wisatawan domestik yang mengunjungi TWA Bukit Tangkiling tidak terlalu kuat, apresiatif, dan terbuka terhadap isu–isu yang terkait dengan alam, lingkungan, dan kesehatan; dan (3) Masyarakat masih terbatas dalam mengembangkan potensi yang dimiliki terkait dengan keterbatasan akses masyarakat dalam mengembangkan sumber daya yang dimiliki. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (1) Produk ekowisata TWA Bukit Tangkiling temasuk dalam spektrum intermediate ecotourism; (2) Pasar  ekowisata TWA  Bukit  Tangkiling merupakan kalangan eco–generalis dengan karakteristik modern idealis; (3) Ekowisata dalam pemberdayaan masyarakat Desa Bukit Tangkiling relatif berperan namun hanya secara pasif; dan (4) Faktor–faktor yang berpengaruh dominan dalam mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat di Bukit Batu meliputi: perlindungan terhadap alam, skill/keahlian masyarakat, dukungan permodalan, akses terhadap pengembangan sumber daya, fasilitas dan infrastruktur, inovasi atraksi wisata baru, pengetahuan ekowisata travel agent, kepedulian wisatawan terhadap alam, kualitas pelayanan, kemudahan akses dan pemerintah.

Kata kunci : produk, pasar, dan ekowisata berbasis masyarakat

[Download Fulltext PDF File]

JURNAL ARSITEKTUR – The Potentials of Tourism Product in the Development of Tangkiling Tourism Village in Bukit Batu Sub-District, Central Kalimantan as an Effort to Support Environment Conservation

Yesser Priono 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Tangkiling village has been a rural area with natural, historical, cultural potentials, and local architecture to be developed as saleable tourism products for tourists. It also serves as a river adventure tourism gate, and presently it quite highly attracts tourists’ interests in terms of Rungan-Kahayan river adventure tourism. The less-optimally exploited potentials of Tangkiling village and lower community’s awareness in rural development and environment conservation of Tangkiling tourism village surrounding have been the main problems of Tangkiling tourism village, Bukit Batu sub-district, Central Kalimantan. This research, mainly, had 3 (three) objectives, namely, to identify (1) the potentials, condition and market of tourism products of Tangkiling tourism village, (2) to what extent the tourism product potentials of Tangkiling village had opportunity to be developed as tourism village, (3) which aspects of product development could serve as important instruments in supporting environment conservation efforts. Results analysis showed that (1) the potentials of attractions in Tangkiling village was sufficiently attractive as indicated from relatively higher tourist’s assessment on river adventure attraction; however, the quality of amenities such as accommodation, information center, and souvenirs were considered as less sufficient; while the quality of accessibility in Tangkiling village was  sufficient; the market in Tangkiling tourism village was categorized as natural in characteristics and it was for group tourism package; (2) the tourism product potentials of Tangkiling village had high opportunity to be developed as tourism village; (3) the aspects of product development capable to be important instruments in supporting environment preservation efforts involved those with environment education orientation and those with environmental friendly material usage.

Keywords: product, market, tourism village, and environment preservation

[Download Fulltext PDF File]