JURNAL ARSITEKTUR – PENGELOLAAN KAWASAN RUANG HIJAU DI DAS KAHAYAN KOTA PALANGKA RAYA

Noor Hamidah 1), Tatau Wijaya Garib 2), Mahdi Santoso 3)

1 & 2) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya (UPR)

3) Dosen Tetap Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya (UPR)

Abstraksi:

Palangka Raya sebagai ibukota Kalimantan Tengah sekarang ini sedang mengalami proses pembangunan perkotaan. Seiring perkembangannya, pembangunan Kota Palangka Raya juga mengalami perkembangan fisik kota seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, yakni lebih banyak dibangun sarana dan prasarana dengan didukung peningkatan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat, maka pembangunan fisik kota juga terus melaju dengan pesat. Namun di sisi lain pembangunan kota ini memberi dampak negatif terhadap lahan yang bervegetasi atau ruang hijau, karena semakin banyak terjadi alih fungsi dari kawasan hijau menjadi kawasan terbangun, mengakibatkan semakin terbatasnya lahan untuk ruang hijau. Gejala pembangunan Kota Palangka Raya merupakan degradasi awal dari menurunnya ketersediaan ruang terbuka hijau atau menghilangkan ruang hijau. Lahan-lahan hijau banyak dialih fungsikan menjadi pertokoan, permukiman, industri, jalan dan lain-lain. Pada akhirnya akan terjadi ketidak seimbangan antara luasnya lahan terbangun dengan sedikitnya lahan untuk hutan kota.
Keberadaan ruang hijau sangat diperlukan dalam penataan kawasan terpadu Kota Palangka Raya untuk mengimbangi kepadatan bangunan. Bentuk ragam kegiatan ruang hijau ini secara umum adalah sebagai peneduh dari pemanasan lingkungan sekitar dan sebagai wadah bagi masyarakat kota Palangka Raya untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan alam. Pemenuhan kawasan hijau di Kota Palangka Raya adalah upaya awal menumbuhkan kesadaran akan media penyelaras lingkungan ditinjau dari kecenderungan menurunnya ketersediaan udara bersih dan sehat akibat degradasi alam di Kota Palangka Raya.

Kata Kunci: Pengelolaan, Ruang Terbuka Hijau, DAS Kahayan

[Download Fulltext PDF File]