JURNAL ARSITEKTUR – Konservasi Rumah Kerak Betang di Desa Bukit Rawi

Giris Ngini1)

Nugraha Sagit Sahay 2)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

2) Dosen Tetap Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Abstraksi:

Peninggalan nilai budaya dari bangunan bersejarah kini hanya dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai cerita masa lampau. Sehingga bila prinsip-prinsip tata nilai dalam arsitektur tradisional Dayak tidak mengalami perkembangan dengan tata nilai yang berkembang dalam masyarakat, maka arsitektur tadi melepaskan diri sebagai pernyataan hidup. Dan ini secara filosofi adalah mula dari berakhirnya arsitektur tradisional Dayak yang asli. Rumah Kerak Betang milik keluarga Iber.K.Asin adalah salah satu rumah yang menjadi saksi sejarah terbentuknya desa Bukit Rawi. karena rumah ini dibangun hampir bersamaan dengan lahirnya desa Bukit Rawi tersebut. agar nilai sejarah dan budaya dari rumah tersebut tidak luntur bersamaan dengan usia dan kondisi rumah yang semakin rapuh dan tidak terawat dengan baik. Maka oleh sebab itu sudah sepatutnyalah kita sebagai orang yang menghormati dan menghargai nilai suatu kebudayaan, terutama kebudayaan daerah Kalimantan Tengah. melakukan upaya konservasi agar secara historis, makna cultural yang dikandungnya dapat terpelihara dengan baik.

Kata kunci : Sejarah, Konservasi , Rumah Kerak Betang

[Download Fulltext PDF File]