JURNAL ARSITEKTUR – Morfologi Ruang Studi Kasus Huma Gantung Buntoi

Syahrozi 1)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangkaraya

Abstraksi:

Huma Gantung merupakan salah satu tipe rumah tradisional masyarakat Dayak. Secara fisik Huma Gantung memiliki besaran yang lebih kecil dari Betang. Ciri khusus yang ada pada Huma Gantung adalah memiliki ketinggian panggung yang yang cukup tinggi sesuai dengan namanya yang berarti rumah tinggi. Huma Gantung di desa Buntoi Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu contoh yang masih berdiri sampai saat ini. Bangunan yang berdiri pada tahun 1870 yang lalu telah mengalami banyak perubahan dari bentuk semula pada saat Demang Singa Jalla berkuasa. Perubahan yang terjadi meliputi tata ruang, bentuk fasade maupun material bangunan. Perubahan yang terjadi dikarenakan oleh beberapa sebab antara lain adanya tuntutan penghuni, keadaan alam (rusak) ataupun pindahnya kepercayaan dari tuan rumah yang baru dari agama Hindu Kaharingan menjadi penganut Kristen yng taat (aspek religi). Sangat disayangkan apabila perubahan-perubahan yang terjadi telah mencapai titik klimaks yang mana sulit ditelusuri kembali bentuk awal dan unsur pemaknaan yang mendasari trasnformasi bentuk yang terjadi. Apapun alasannya bangunan Huma Gantung ini adalah sisa peninggalan lama yang sekiranya banyak tata nilai dan pemaknaan yang terkandung di dalamnya yang dapat dipakai sebagai pelajaran berharga.

Kata Kunci : Morfologi , Ruang, Huma Gantung, Buntoi

[Download Fulltext PDF File]