JURNAL ARSITEKTUR – Kajian Permukiman Kembali Penduduk Tepian Sungai Kahayan di Kota Palangkaraya

Amiany 1)

Nugraha Sagit Sahay 2)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

2) Dosen Tetap Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

 Abstraksi:

Perkembangan dan pertumbuhan kota pada hakekatnya disebabkan oleh pertambahan penduduk baik secara alamiah maupun migrasi serta perubahan dan perkembangan kegiatan usahanya yang disebabkan oleh perubahan pola sosial budaya dan sosial ekonomi penduduk tersebut sebagai masyarakat kota. Pengadaan perumahan daerah perkotaan sangat terbatas sehingga masalah pemenuhan kebutuhan perumahan sampai saat ini masih sulit dipecahkan, teruma bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu dalam pelaksanaannya sering kurang memperhatikan karakteristik atau latar belakang sosial-ekonomi masyarakatnya. Sehingga program-program diatas tidak selamanya bisa berhasil mulus, bahkan bias menemuhi kendala-kendala seperti mereka menolak untuk dipindahkan, atau mereka akan kembali lagi ke kawasan permukiman yang lama karena masyarakat tersebut kurang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, atau mereka kehilangan lapangan kerja. Salah satu kebijakan Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya saat ini adalah mengembalikan tepian sungai Kahayan sebagai jalur hijau dan kawasan wisata kota. Salah satu nya adalah Kawasan Flamboyan Bawah yang pada awalnya adalah meruapakan jalur hijau namun dalam perjalanannya hingga kini menjadi permukiman yang tidak terencana.. Dari analisa yang dilakukan diketahui bahwa peluang usaha/kerja yang baru, sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat relokasi perlu diikuti dengan program-program lanjutan seperti pengadaan pelatihan dan peningkatan ketrampilan untuk memberikan kemampuan kewirausahaan atau kemampuan berwiraswasta dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut.

Kata Kunci: Permukiman Kembali, Tepian Sungai

[Download Fulltext PDF File]