JURNAL ARSITEKTUR – Revitalisasi Keraton Kuning Sebagai Daya Tarik Wisata di Pangkalanbun

Hibnu Mardhani 1)

Candra Gunawan 2)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

2) Arsitek pada Konsultan Arsitektur

Abstraksi:

Membicarakan tentang Revitalisasi dan Pengembangan Bangunan bersejarah di kota, tidak lepas dari sejarah, dan keberadaan kota itu sendiri. kota-kota modern saat ini sedang mengalami masalah penurunan kualitas bangunan bersejarah yang serius karena besarnya beban lingkungan yang timbul akibat aktifitas perkotaan yang meningkat. Sementara pada waktu yang bersamaan berbagai kegiatan di kota telah menenggelamkan situs-situs bersejarah yang seharusnya dilestarikan, dijaga dan terus dikembangkan, dan dipublikasikan. Sumberdaya arkeologi atau benda cagar budaya beserta situsnya adalah sisa-sisa hasil budaya fisik peninggalan nenek moyang yang masih dapat dilihat di muka bumi sampai saat ini. Keberadaan keraton yang merupakan pecahan dari Kerajaan Banjar yang diawali oleh seorang pangeran (anak Raja Banjar) yang ingin mendirikan kerajaan sendiri terlepas dari kerajaan Banjar (Kalsel).Tulisan ini mencoba untuk mencari kemungkinan rekayasa bangunan dengan mengkaji bangunan baik fisik maupun non fisik Keraton mengarah pada Tipologi bangunan, penciptaan ruang, dan environment (kawasan Keraton) dan arah pengembangan ke depan merekomendasikan berbagai sasaran pembangunan (program ke depan) dalam daya tarik kawasan.

Kata Kunci: daya tarik wisata, revitalisasi keraton kuning pangkalanbun

[Download Fulltext PDF File]