JURNAL ARSITEKTUR – Penataan Kembali Kawasan Bersejarah Batu Banama

Hibnu Mardhani 1)

Candra Gunawan 2)

1) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya

2) Arsitek pada Konsultan Arsitektur

Abstraksi:

Membahas tentang Penataan Kembali Kawasan Bersejarah ditempat tertentu, tidak lepas dari sejarah, dan keberadaan situs-situs atau peninggalan. Pembangunan dewasa ini mengalami masalah penurunan kualitas bangunan kawasan bersejarah yang serius karena keterbatasan penataan dan fasilitas padahal kawasan bersejarah dapat mengangkat citra suatu daerah baik sisi Pariwisata, pembelajaran sejarah, tempat rekreasi alami, dan sebagainya. Ketidak perhatiannya terhadap situs/kawasan bersejarah, yang seharusnya dilestarikan, dijaga dan terus dikembangkan, dan dipublikasikan dapat menenggelamkan keberadaan situs, dan lambat laun keberadaan kawasan tersebut akan hilang bahkan tidak diketahui lagi sejarah awal keberadaannya. Sumber daya arkeologi atau benda cagar budaya beserta situsnya adalah sisa-sisa hasil budaya fisik peninggalan nenek moyang yang masih dapat dilihat di muka bumi sampai saat ini. Sumber daya arkeologi tersebut merupakan warisan budaya dan merupakan data yang sangat penting untuk rekonstruksi sejarah serta mengetahui proses perubahan masa lalu (Scovil et al, 1977:5) dan diketahui selama ini Kalimantan Tengah. Keberadaan  kawasan  bersejarah  Batu Banama yang merupakan tempat yang disakralkan oleh penduduk setempat dan merupakan tempat makam leluhur. Tulisan ini mencoba untuk memberi masukan dalam penataan kawasan Bersejarah melalui penataan bangunan baik mengarah pada pembangunan yang rekreatif, penciptaan ruang, lingkungan, dan arah pengembangan ke depan merekomendasikan berbagai sasaran desain penataan pembangunan sebagai daya tarik kawasan.

Kata Kunci: Penataan Kawasan Bersejarah, Batu Banama

[Download Fulltext PDF File]