JURNAL ARSITEKTUR – POLA RUANG IBUKOTA KECAMATAN BANAMA TINGANG KABUPATEN PULANG PISAU

Lendra 1), Amiany 2)

1) Dosen Tetap Jurusan Sipil Universitas Palangkaraya

2) Dosen Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Palangkaraya

Abstraksi:

Permasalahan pada perencanaan kota yang selalu berlanjut dari waktu ke waktu akan tersandung pada perilaku masyarakat yang timbul diluar perencanaan pemerintah. Menyingkapi jamaknya permasalahan perkotaan, menyebabkan timbulnya  menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan ruang, sarana dan prasarana. Kabupaten Pulang Pisau adalah salah satu kabupaten pemekaran yg mengalami perkembangan yang cukup tinggi ini, termasuk Kota Bawan yang merupakan ibukota Kecamatan Banama Tingang terletak pada bagian Tengah Sungai Kahayan jalan poros Palangka Raya  –  Kuala Kurun dan memiliki lokasi yang tepatnya terletak di bagian paling utara dari  Kabupaten Pulang Pisau. Potensi pengembangan kota Bawan adalah tersedianya lahan kosong yang cukup besar dengan ditunjang oleh letak kawasan yang cukup strategis dibagian utara kabupaten Pulang Pisau dimana dapat merupakan gerbang pergerakan masyarakat dan barang dari kabupaten tetangga. Ketersediaan lahan kosong yang luas ini memberi peluang yang cukup besar untuk menentukan kebijakan dan pengawasan pengembangan kawasan serta mengurangi konflik akibat dari kesulitan pengaturan penggunaan lahan.  Perkembangan Masyarakat yang terdapat di Ibukota Kecamatan Banama Tingang memiliki adat istiadat dan kebiasaan sehari-hari, sehingga patut diperhatikan pula dalam perngembangan Ibukota Kecamatan ini.

Kata Kunci : Pola Ruang, Ibu Kota Kecamatan, Banama Tingang

[Download Fulltext PDF File]